Sukowati

Batik sukowati merupakan salah satu tempat yang disediakan oleh pemerintah Kabupaten Sragen sebagai spot pemasaran Batik Sragen. Bersama SBBS yang terletak persis di seberang Batik Sukowati merupakan etalase produk UMKM Batik Sragen yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai macam kalangan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari pengunjung yang berasal dari berbagai daerah untuk membeli Batik di tempat tersebut.

Batik Sukowati diresmikan pada bulan maret tahun 2005, dan terus berkembang hingga sekarang. Barang-barang yang dipamerkan oleh Batik Sukowati  beragam baik dari cara pembuatan, jenis pakaian, hingga daerah pemasoknya. Hal ini dikarenakan Batik Sukowati tidak memiliki bengkel produksi, sehinga hanya memasok berbagai macam barang seperti kain, kemeja, tas, sendal, ikat pinggang, dompet, temapt pensil, pensil, gantungan kunci, gelang, hingga lukisan dan pajangan. Pemasok utamanya dari Kecamatan Masaran dan sebagian dari Plupuh. Kelebihan jika berbelanja di Batik Sukowati yaitu semua label barangnya berlebel Batik Sukowati, hal ini seperti Mirota Batik Jogja. Di satu sisi hal ini merupakan keuntungan bagi Batik Sukowati dan konsumen karena nama sentra batik Sragen lebih dikenal, tetepi bagi produsen menjadi kelemahan karena mereka tidak dikenal padahal beberapa sudah turut memiliki nama seperti Brotojoyo.

Pekerja di sini seluruhnya dari Kabupaten Sragen, seperti pegawai di SBBS. Asal kecamatannya pun turut beragam, Kecamatan Sragen, Kecamatan Kalijambe. Namun, sebagian besar berasal dari Kecamatan Sragen. Usia pun beragam mulai dari 20 hingga 45 tahun. Jumlah pegawai 19 orang dengan pembagian gender wanita lebih banyak dibandingkan dengan pria.

Kewenangan pemerintah yang mendukung ialah peraturan jika pegawai Pemda harus menggunakan pakaian batik. Ini sangan mendukung dan meningkatkan penjualan di Batik Sukowati. Keikut sertaan dalam event-event di Jakarta dan di Solo telah beberapa kali diikuti, sekitar 3 kali. Keunggulan batik tulis merupakan daya tarik tersendiri bagi Sragen, karena di Kota Surakata tidak lagi memiliki banyak sumber daya manusia sebanyak Kabupaten Sragen dalam pembuatan batik tulis. Akan tetapi, ini juga merupakan hambatan karena konsumennya terbatas di Sragen yang diakibatkan harga belinya tinggi. untuk melakukan daya tarik lebih bagi khalayak umum , Batik Sukowati melakukan diskon besar dibeberapa waktu terutama akhir tahun (peringatan Hari Natal dan Tahun Baru).

Sebenarnya, Batik Sragen hanya beda sangat tipis dengan Batik Solo. Sekilas kasat mata, perbedaannya tak terlihat. Hanya orang-orang yang sudah kenal dan mencintai batik saja yang tahu pasti perbedaannya. Secara mudah untuk membedakan hanya dengan warna karena warna Batik Sragen lebih dominan lebih terang dibandingkan dengan Batik Solo, tetapi tidak berwarna-warni seperti Batik Pekalongan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: