PERKEMBANGAN PDRB KABUPATEN SRAGEN

Kondisi perekonomian nasional yang secara umum menunjukkan arah positif, ternyata juga berimbas positif singkat regional Kabupaten Sragen. Pada tahun 2007 mengalami pertumbuhan sebesar 5,73%, relatif lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar 5,18%. Kinerja perbaikan ekonomi nasional ini telah membawa dampak pada kondisi yang lebih baik terhadap perekonomian regional atau PDRB jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi regional Kabupaten Sragen dapat diketahui pada nilai yang tercermin dari besaran PDRB dari tahun ke tahun baik menurut harga berlaku maupun menurut harga konstan. Pada tahun 2007besaran PDRB menurut harga berlaku di Kabupaten Sragen secara agregat adalah sebesar Rp 4.512.415.740.000,- yang menunjukkan adanya peningkatan juka dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencapai sebesar Rp 4.042.561.370.000,- sehingga terjadi kenaikan 11,62%.

Pertumbuhan tertinggi atas dasar harga berlaku tahun 2007 terjadi pada sektor jasa-jasa sebesar 14,72%, urutan kedia pada sektor perdagangan sebesar 12,39%, sedangkan urutan ketiga pada sektor bangunan atau konstruksi sebesar 12,31%. Untuk pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 9,78%.

Pertumbuhan tertinggi atas dasar harga konstan tahun 2007, terjadi pada sektor jasa-jasa sebesar 7,76%, urutan kedua pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 7,59%, disusul oleh sektor keuangan, persewaan dan jasa peruasahaan mencapai sebesar 6,79%, sektor yang mengalami pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor pertanian, yaitu sebesar 3,94%.

Tabel produk domestik regional bruto Kabupaten Sragen tahun 2000 – 2007

Tahun

PDRB atas dasar harga berlaku

PDRB atas dasar harga konstan

Nilai (Juta Rp)

Pertumbuhan (%)

Nilai (Juta Rp)

Pertumbuhan(%)

2000

1.907.231,61

1.907.231,61

2001

2.140.956,11

12,25

1.963.635,72

2,96

2002

2.396.061,90

11,92

2.030.754,79

3,42

2003

2.699.973,28

12,68

2.104.533,13

3,63

2004

3.059.653,15

13,32

2.208.294,40

4,93

2005

3.497.324,94

14,30

2.322.239,43

5,16

2006

4.042.561,37

15,59

2.442.570,43

5,18

2007

4.512.415,74

11,62

2582.492,48

5,73

 

Dalam periode waktu lima tahun terakhir, sektor pertanian, industri, dan perdagangan masih merupakan andalan terbesar bagi Kabupaten Sragen. Sumbangan terbesar untuk PDRB atas dasar harga berlaku adalah dari sektor pertanian sebesar 35,59% kemudian sektor industri 18,20% dan sektor perdagangan memberikan andil sebesar 17,53% . sedangkan sumbangan terkecil adalah dari pertambangan dan penggalian yakni sebesar 0,30%. Dari distribusi antar sektor terlihat bahwa selama lima tahun terakhir memperlihatkan adanya fluktuasi angka distribusi dari waktu ke waktu terhadap total PDRB. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar dalam andil PDRB 2007 adalah sektor jasa-jasa yang pada tahun 2006 memberikan andil 13,44% mengalami kenaikan menjadi 13,80%, sektor perdagangan naik dari 17,41% di tahun 2006 menjadi 17,53% pada tahun 2007.

Tabel distribusi PDRB Kabupaten Sragen tahun 2007

No

Sektor

Distribusi PDRB (%)

Harga Berlaku

Harga Konstan

1

Pertanian

35,59

34,74

2

Pertambangan dan Penggalian

0,30

0,30

3

Industri Pengolahan

18,20

22,03

4

Listrik, Gas, dan Air Bersih

1,86

1,19

5

Bangunan/Konstruksi

4,65

4,45

6

Perdagangan

17,53

18,18

7

Pengangkutan dan Komunikasi

4,04

3,23

8

Keuangan, Persewaan, dan jasa Persh

4,03

3,97

9

Jasa-jasa

13,80

11,86

 

Tabel Distribusi Prosentase Sektor Dominan PDRB Kabupaten Sragen Tahun 2006 – 2007

No

Sektor Usaha

Harga Berlaku

Perubahan (%)

Harga Konstan

Perubahan (%)

2006

2007

2006

2007

1

Pertanian

35,82

35,59

– 0,64

35,34

34,74

– 1,70

2

Industri

18,38

18,20

– 0,98

21,80

22,03

1,06

3

Perdagangan

17,41

17,53

0,69

18,12

18,18

0,33

4

Jasa-jasa

13,44

13,80

2,68

11,64

11,86

1,89

Jumlah

85,05

85,12

0,08

86,90

86,81

– 0,10

 

Kecamatan Plupuh

Sumbangan PDRB ADHB Kecamatan Plupuh tahun 2007 terhadap PDRB Kabupaten Sragen mencapai sebesar 5,83% ADHB. Dengan pertumbuhan sektorl tertinggi adalah sektor jasa-jasa yang mencapai sebesar 14,26% dan terrendah adalah sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 11,13% atau meningkat sebesar Rp 26.353,91 juta, yaitu dari Rp 236.85,19 juta di tahun 2006 menjadi Rp 263.209,10 juta di tahun 2007. Sumbangan terbesar terhadap total PDRB pada tahun 2007 adalah sektor pertanian, yait sebesar 35,19%, sektor industri 27,42%, dan sektor perdagangan sebesar 18,42%. Sedangkan terkecil adalah sumbangan dari sektor pertambangan-penggalian, yaitu sebesar 0,37%.

Kecamatan Masaran

Kecamatan Masaran sebagai salah satu wilayah yang berlokasi di sebelah selatan Bengawan memiliki sumberdaya alam yang cukup memadai, khususnya di bidang pertanian serta akses yang mudah ke wilayah Surakarta sehingga perkembangan industri tumbuh cukup tinggi. Dengan kondisi tersebut tentu saja Kecamatan masaran memiliki peran yang cukup penting dalam memberikan sumbangan terhadap perkembangan perekonomian di Kabupaten Sragen.

Dari hasil penghitungan sementara diperoleh PDRB ADHB Kecamatan Masaran secara agregat tahun 2007 adalah sebesar Rp 495.053,21 juta lebih besar Rp 50.910,41 juta atau naik 11,46% apabila dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencapai Rp 444.142,80 juta, dan memberikan share terhadap PDRB kabupaten Sragen sebesar 10,97%. Kenaikan sebesar 10,97% tersebut didukung oleh kenaikan di sema sektor, dengan pertumbuhan sektoral tertinggi adalah sektor jasa-jasa yang mencapai 14,65% dan terrendah adala sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 9,86%. Sumbangan terbesar teradap total PDRB adalah sektor industri sebesar 34,65%, sektor pertanian sebesar 28,03%, dan sektor perdagangan sebesar 20,35%, sedangkan terkecil adalah sumbangan dai sektor pertambangan-penggalian yang mencapai sebesar 0,03%

Apabila PDRB dinilai dengan harga konstan, maka tahun 2007 PDRB Kecamatan Masaran mencapai Rp 297.722,71 juta yang tahun 2006 adala sebesar Rp 280.710,58 juta yang berarti mengalami kenaikan sebesar 6,06% dan memberikan kontribusi terhadap PDRB sebesar 11,53%. Pertumbuhan sektoral tertinggi adalah sektor pertambangan-penggalian sebesar 9,10% dan terrendah adalah sektor pertanian yang menunjukkan adanya kenaikan sebesar 3,57%. Struktur PDRB ADHK Masaran memperlihatkan adanya tiga sektor utama yang dominan, yaitu sektor industri sebesar 39,98%, sektor pertanian sebesar 25,80% dan sektor perdagangan sebesar 20,36%. Untuk mengetahui tingkat kemkmuran masyarakat secara umum dapat diketahui melalui besaran PDRB perkapita, dari hasil pengolahan yang diperoleh di Kecamatan Masaran mencapai Rp 7.639.238,51,- ADHB dan Rp 4.594.202,67,- ADHK.

Sektor Industri Pengolahan

Perkembangan industri pengolahan di Kabupaten Sragen sejak krisis ekonomi dari tahun ke tahun menampakkan kenaikan baik dari jumlah industrinya maupun outputnya.

Industri:

Adalah suatu unit produksi yang melakukan kegiatan mengubah barang dasar (bahan baku/bahan mentah) menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi dan atau dari barang yang kurang bernilai menjadi barang yang bernilai tinggi.

Nilai tambah bruto (NTB) sektor industri pengolahan pada tahun 2007 mempunyai kontribusi terhadap PDRB cukup besar yaitu 18,20% ADHB dan 22,03% ADHK. Apabila dibandingkan pada tahun 2006, kontribusinya terhadap PDRB mengalami penurunan menurut harga berlaku sedangkan menurut harga konstan mengalami sedikit kenaikan. Pada tahun 2006 kontribusi sektor ini sebesar 18,38%ADHB dan 21,8 ADHK.

Keberadaan industri pengolahan di Kabupaten Srgaen tidak merata dimana industri besar/sedang khususnya tekstil berada di Kecamatan Sidoharjo, Masaran dua unit dan di Sambungmacam dan gondang terdapat satu unit. Sedangkan untuk industri kecil/rumah tangga lebih banyak terdapat di Kecamatan Kalijambe, Plupuh, Masarn, Karangmalang, Tanon, Gemolong, Sukodono dan Gesi.

Pertumbuhan sektor industri i tahun 2007 sedikit mengalami perlambatan jika dibandingkan tahun – tahun sebelumnya baik menurut harga berlaku maupun harga konstan. Tahun 2007 pertumbuhan mencpai 10,39% ADHB dan 6,38% ADHK. Kontribusi terbesar sektor industri diberikan oleh sub sektor industri tekstil sebesar 10,01% ADHB dan 13,06% ADHK, sub sektor industri makanan sebesar 6,15% ADHB dan 6,71% ADHK, dan sub sektor kimia sbesar 0,01% ADHB dan0,01%ADHK.

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN SRAGEN

MENURUT HARGA BERLAKU TAHUN 2004 – 2007

No

Industri pengolahan

Tahun

2004

2005

2006

2007

1

makanan

83773,02

215932,41

215516,83

277619,43

2

tekstil

327147,5

358940,47

407897,11

451299,37

3

kayu

43186,02

51133,7

58104,2

63571,2

4

kimia

267,13

308,51

348,51

380,79

5

kertas

0

0

0

0

6

bahan galian

8169,32

9191,23

10504,71

11394,79

7

logam dasar

0

0

0

0

8

mesin

0

0

0

0

9

lainnya

10535,19

12186,73

14391,32

15651,88

Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sragen

Menurut Harga Berlaku Tahun 2004 – 2007

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: