Pengrajin Mebel di Kecamatan Masaran

Pengrajin mebel yang ada di Kecamatan Masaran merupakan usaha kecil menengah yang jumlah pengrajinnya masih sedikit, artinya kerajinan mebel ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian di Kecamtan Masaran. Kemampuan masyarakat membuat mebel ini didapat dari masyarakat Jepara karena dulunya ada masyarakat yang bekerja di Jepara sebagai pengrajin. Masyarakat yang bekerja di Jepara itu ketika sudah memiliki ketrampilan yang cukup untuk membuat mebel, maka kembali lagi ke Kecamatan Masaran dan membuat mebel di Masaran tersebut. Menurut bapak Mariman/ 38 tahun mengatakan kemampuan membuat mebel didapat karena dulunya bekerja di Nemplak, Solo. Bahan baku kayu pembuatan mebel ini berasal dari Pacitan, Purwodadi, Ngawi, Cepu, Bandarrejo dan Madiun berupa kayu akasia dan kayu jati, kadang bahan baku diambil dari pengepul yang datang ke Kecamatan Masaran agar tidak memakan waktu yang lama.

Kerajinan mebel yang ada di kecamatan masaran kebanyakan merupakan proses finishing. Mebel ini dipasarkan ke toko-toko mebel yang ada di Salatiga, Karang Gede dan Suruh. Mebel-mebel ini tidak dijual ke Solo karena persaingan mebel di Solo lebih besar sehingga pengusaha menengah tidak berani memasarkan barang ke Solo. Pengiriman barang jadi berupa 1 set kursi dan meja dan lemari dalam 1 bulan bisa mengirim 5 set dan tergantung jumlah permintaan dari toko yang menjual mebel mereka. Berbeda dengan Bapak Sukardi/62 tahun, bapak ini membuat mebel dari awal produksi sampai finishing. Pembuatan mebel tersebut tergantung jumlah permintaan masyarakat. Pelanggan yang datang memesan mebel berasal dari Kecamatan Masaran dan Pelupuh. Dulunya pelanggan dari Solo datang untuk memesan mebel tetapi seiring perkembangan mebel yang ada di Solo pelanggan lebih memilih untuk membeli mebel yang udah jadi di Solo. Pekerja-pekerja mebel ini berasal dari Kecamatan Masaran dan gaji yang diberikan tergantung jumlah pesanan.

Perkembangan pengrajin mebel di kecamatan Masaran ini dari tahun ke tahun tidak terlalu menunjukkan perubahan yang signifikan karena jumlah pengrajin mebel dan peminat mebel masih sangat sedikit. Masalah yang sering dihadapi pengrajin mebel ini adalah kurangnya modal untuk membuat kerajinan mebel yang lebih besar agar dikenal banyak orang dan peminat mebel di Kecamatan masaran masih sangat sedikit. Harapan pengarajin mebel ini agar pemerintah lebih memperhatikan pengrajin mebel dengan memberi pinjaman modal dengan bunga yang kecil dan membuat kebijakan untuk mengembangkan hasil produksi, penjualan mebel-mebel.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: