Kuisioner Pengusaha Batik di Kecamatan Plupuh

Di Kecamatan Plupuh hampir semua penduduknya menjadi pengrajin batik dan para pengusaha batik awal mulanya sebagai pengrajin. Pengrajin batik yang menjadi pengusaha di Kecamatan Plupuh ada 12 pengrajin di satu desa yaitu desa Pungsari dan sudah lama menjadi pengrajin kurang lebih selama 25 tahun, sedangkan pengrajin-pengrajinnya antara 2-5 tahun. Pengrajin batik di Kecamatan Plupuh merupakan penduduk asli yang berada di desa Mundu, Manyarjo, Kebaksari, dan Pungsari.

Rata-rata para pekerja yang memproduksi batik di Kecamatan Plupuh usianya antara 18 tahun sampai 46 tahun. Para pekerja ada yang bekerja di rumahnya sendiri dan ada pula yang bekerja di tempat pengusaha batik. Jenis kelamin yang bekerja sebagai pengrajin batik laki-laki dan perempuan. Para pekerja yang berada di Kecamtan Plupuh ada yang kebanyakan laki-laki, ada yang kebanyakan perempuan, dan ada pula laki-laki dan perempuan rata-rata sama banyaknya. Pekerja laki-laki bekerja di bagian ngecap dan printing sedangkan perempuan bekerja dibagian batik tulis.

Pengrajin batik rata-rata mendapatkan keterampilan membatik otodidak (belajar sendiri), tetapi ada yang turun temurun atau memiliki naluri membatik dari kecil. Alasan pengrajin membatik mau tidak mau mengikuti orang tua karena di Kecamatan Plupuh dari kecil sudah diajarkan untuk membatik dan yang sudah berusia 46 tahun ke atas membatik merupakan pekerja sampingan karena mereka bertani juga.

Bahan baku yang didapatkan rata-rata diperoleh dari Kota Surakarta yaitu pabrik tekstil. Hambatan atau permasalahan dalam penyediaan bahan baku tidaka ada karena sudah terpenuhi semua. Jenis batik yang diproduksi rata-rata sama semua dan tidak dibedakan dengan wilayah kecamatan lain di Kabupaten Sragen. Jenis-jenis batiknya yaitu batik tulis, batik cap, dan batik printing (sablon). Batik tulis dibuat rata-rata kurang lebih selama satu bulan dan hanya jadi cuma satu lembar kain saja, sedangkan batik cap dan batik printing dibuat selama satu hari dan menghasilkan berlembar-lembar kain batik. Rata-rata jumlah produksi batik yang dihasilkan dalam satu bulan antara 500 sampai 1000 potong.

Di Kecamatan Plupuh, pengrajn bataik mengikuti event-event seperti bazaar-bazar dan pameran batik yang diadakan di luar wilayah Sragen yaitu Semarang, Jakarta, dan Bali. Hasil produksi batik di Kecamatan Plupuh rata-rata didistribusikan di luar wilayah Sragen, yitu Solo, Kalimantan, Sumatera, Bali, dan Jogja. Ada pula yang mendistribusikan di sekitar wilayah Sraegen untuk menciri khaskan Kabupaten Sragen.

Dalam pengembangan produksi batik di Kecamatan Plupuh ada faktor-faktor yang menghambat baik faktor internal maupun eksternal. Untuk faktor internal yaitu limbah atau zat-zat kimia yang mengganggu pernafasan sedangkan faktor eksternal yaitu jalan yang rusak dan sempit. Usaha yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yaitu dalam bentuk membuat IPAL dan perbaikan jalan.

Peran pemerintahan dalam mendukung usaha produksi batik belum maksimal karena pengerajin berinisiatif sendiri. Harapan untuk perkembangan produksi batik di Kecamatan Plupuh di masa yang akan datang yaitu mengadakan penggerakan untuk pemasaran, pelatihan-pelatihan, pengarahan untuk pengemasan, keterampilan untuk anak yang belajar batik dan melestarikan cirri khas batik.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: