16 September 2011

Pada pertemuan ke tiga kuliah studio dibimbing oleh Bu Wiwandari. Beliau menjelaskan mengenain Studio Perencanaan. Perbedaan studio proses dengan studio perencanaan adalah keluarnya studio prose hanya sebuah rekomendasi dan diharapkan pada studio perencanaan keluarnya sampai pada dokumen perencanaan (strategi perencanaan, penyelesaiaan masalah, petanya sesuai dengan skala, rancangan untuk jangka panjang).

Rencana tindak dilakukan dalam rencan jangka panjang (5 tahun) kalau rencananya untuk jangka pendek atau semakin lebih praktis karena peluang untuk mencapai suatu tujuan, rencana akan semakin nyata. Dokumen rencana tingkat kedetailannya disesuaiakan dengan time series ( tahun perencanaan). Esensi studio perencanaan wilayah dan kota yaitu spatial planning. Perencanaaan bersifat spasial planning, bukan hanya sektoral saja. Rencana sektoral, contohnya adalah : pembangunan jalan tol lebih kepada instansi perumahan, pertanian dan lain-lain yang berwenang. Studio perencanaan wilayah dan kota bersifat comprehensie planning yang strateginya untuk mencakup program perencenaan wilayah dan kota secara menyeluruh tapi analisisnya sektoral. Perencanaan keruangan harus mengamodasi lingkup sektoral ( pertanian, industri, dan lain-lain) maupun lintas sektor/ non sektoral ( kemiskinan dan dispiratif). Sebelum masuk tema harus memiliki issue yang didapat dan pemahaman wilayah studi. Issue tersebut diterjemahkan dalam visi yang mengacu untuk menyelesaikan permasalahan sesuai issue.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: