UMKM dan Koperasi

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi merupakan katup pengaman dan penggerak perekonomian daerah dalam rangka penciptaan lapangan pekerjaan, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan mempercepat pengurangan jumlah KK Miskin.  Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Koperasi dan UMKM dikatakan  bahwa Bidang Industri dalam pembangunan ekonomi daerah Kabupaten Sragen mempunyai kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah karena sektor merupakan penyumbang terbesar ke dua PDRB setelah sektor pertanian dengan PDRB sebesar 18,15%. Kegiatan ekonomi di sektor industri sendiri terbilang sangat strategis terutama di dalam penyediaan dan penyerapan tenaga kerja lokal, perluasan kesempatan berusaha dan peningkatan pendapatan masyaraka. Jumlah Usaha Kecil dan Menengah, Usaha Rumah Tangga di bidang Industri pada tahun 2004 sebanyak 16.805 unit usaha. Sedangkan industri besar sebanyak 11 perusahaan. Total investasi Bidang Industri Kecil Menengah dan Industri Rumah Tangga tahun 2004 mencapai sebesar Rp 44,5 M, untuk industri besar sebesar Rp 555.019 M sedangakn untuk jumlah sentra industri pada tahun 2004 sebanyak 104 unit usaha.

Bidang UMKM dalam pembangunan ekonomi daerah memberi kontribusi terhadapa PDRB sebesar 15% data sektor jasa sebesar 13,19% pada tahun 2004. Sehingga sektor perdagangan dan jasa sebagai penyumbang PDRB setelah sektor pertanian dan industri pada tahun 2004. Kegiatan perdagangan di Kabupaten Sragen digerakkan oleh pedagang mikro kecil dan menengah sebesar 36313 orang yang tersebar di 5 desa dan kecamatan. Dari jumlah pedagang tersebut, yang memiliki SIUP sebesar 7023 orang.

Permasalahan

Berbagai permasalahan yang masih perlu memperoleh perhatian dan penanganan secara berkesinambungan saat ini dan dirasa sangat komplek sehingga memerlukan pemecahan jalan keluar yang sistematis, terpola jelas, terpadu dan perlu dilaksanakan dengan penuh kesungguhan yang perlu melibatkan berbagai partisipatif aktif dari berbagai pihak yang terlibat.

Dalam bidang industri permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya sikap dan jiwa wiraswasta, SDM pengusaha, dan pengrajin yang rendah berdampak pada rendahnya sistem manajemen, rendahnya akses teknologi, rendahnya produksi, sempitnya pemasaran, kurangnya permodalan, dan kurangnya informasi serta daya saing yang rendah.

Permasalahan yang dihadapi di Bidang UMKM adalah adanya dampak krisis ekonomi global, tingkat inflasi, situasi politik, dan keamanan serta adanya penerapan sistem pasar global merupakan ancaman bagi perdagangan barang dan jasa.

Permasalahan lainnya muncul pada pengelolaan dinas koperasi dimana masih terdapat rendahnya kualitas SDM Pengurus, Pengelola, dan anggota Koperasi, keterbatasan permodalan  dan akses sumber – sumber permodalan, adanya kelemahan dibidang manajemen kredibilitas koperasi dan adanya ketergantungan terhadap fasilitas dan proteksi dari pemerintah menjadikan peran koperasi belum dapat maksimal sebagaimana yang diharapkan.

Selain itu, adanya kondisi iklim usaha yang kurang kondusif, angka kemiskinan yang yang masih cukup tinggi, infrastruktur kelembagaan yang kurang mendukun, dampak krisis ekonomi, stabilitas politik dan keamanan nasional merupakan permasalahan eksternal yang dihadapi oleh lembaga koperasi.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: